Meraba Peluang Saham Krakatau di Akhir Pekan

Meraba Peluang Saham Krakatau di Akhir Pekan
Harga saham sudah menguat Rp490 atau 57,65 persen sejak awal perdagangan di BEI.
Jum’at, 12 November 2010, 07:25 WIB

Antique

VIVAnews – Saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menunjukkan keperkasaannya, karena sudah menguat Rp490 atau sekitar 57,65 persen sejak perdagangan perdana Rabu 10 November 2010 hingga penutupan transaksi kemarin.

Harga perdana saham produsen baja itu di Bursa Efek Indonesia dipatok Rp850, namun pada penutupan perdagangan Kamis 11 November 2010 telah mencapai Rp1.340. Bahkan, pada transaksi kemarin, KRAS berhasil menembus level tertinggi Rp1.520 atau naik Rp670 (78,82 persen) dari harga perdananya.

Apakah, di akhir pekan ini, Jumat 12 November 2010 saham produsen baja terbesar se-Asia Tenggara itu masih membuat para investor asing maupun lokal berpesta pora atau meraih keuntungan tinggi? Berikut, penuturan sejumlah analis dan pengamat pasar modal dalam memperkirakan harganya di penutupan transaksi pekan ini.

Kepala Riset PT Recapital Securities, Pardomuan Sihombing, memprediksikan saham baja pelat merah itu masih berpotensi memberikan keuntungan tinggi bagi pelaku pasar modal. Untuk perdagangan hari ini KRAS diperkirakan tetap berpeluang mendekati harga wajarnya di posisi Rp1.600.

“Pemodal itu membeli saham berdasarkan proyeksi fundamental perseroan yang positif. Jadi, KRAS cenderung ke harga wajarnya Rp1.600 per saham,” tuturnya kepada VIVAnews di Jakarta.

Bahkan, ia mengakui, bila terjadi tekanan jual akibat aksi ambil untung (profit taking) jangka pendek, sebaiknya investor tetap mengakumulasi saham itu karena potensi keuntungan masih terbuka lebar. “Lakukan buy on weakness (beli di saat harga turun),” ujar Pardomuan.

Namun, Teguh Ramadhani, direktur PT Evio Securities mengatakan, meski secara fundamental saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut cukup menjanjikan, harga sudah cukup mahal. “Jadi jelas, rawan profit taking,” tuturnya.

Ia memperkirakan saham dengan kode KRAS itu masih berpeluang menguat pada awal perdagangan hari ini. Namun, menjelang sesi siang hingga penutupan akan dibayangi tekanan jual. “Apalagi, hari ini adalah akhir pekan yang secara historikal cenderung lebih ramai orang ‘buang’ barang,” kata Teguh.

Kepala Riset PT Citi Pacific Securities Hendri Effendi juga berpendapat sinyal aksi ambil untung mulai terlihat pada saham produsen baja terbesar se-Asia Tenggara itu. “Terlihat, pada transaksi Kamis sudah mulai terlihat tekanan jual,” ujar dia.

Sebelumnya, meski investor asing disinyalir melepas kepemilikannya di saham Krakatau Steel akibat kericuhan saat penawaran saham perdana, harga saham produsen baja pelat merah tersebut masih menguat. (art)

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s